FeaturedNews

Masa Keadaan Darurat Jepang: Bagaimana Terhentinya Perekaman Suara Mempengaruhi Produksi Anime

Artikel ini cukup panjang tapi mimin harap kalian bisa membacanya sampai habis. Kalo mungkin ada yang belum tahu seiyuu = orang yang menyurakan karakter dalam anime/pengisi suara.

Sebagaimana kita semua ketahui, penularan virus corona yang sangat cepat telah membuat banyak dunia bisnis, termasuk bisnis hiburan, menutup aktifitas mereka demi mengurangi berkumpulnya banyak orang di satu tempat. Hal ini juga berimbas pada ditutupnya banyak studio rekaman yang menbuat pekerjaan para seiyuu juga terhenti.

Salah Satu Aktifitas Seiyuu Anime Shigatsu wa Kimi no Uso

Terhentinya pekerjaan perekaman suara yang sangat penting bagi dunia anime jelas akan membuat anime tersebut juga berhenti. Ini karena di Jepang, mayoritas perekaman suara dilakukan pada bagian terakhir produksi anime ketika animasinya sendiri sudah hampir selesai. Jadi meski animasinya sendiri mungkin bisa selesai, tanpa adanya suara para seiyuu yang mengisi para karakter di dalamnya, jelas anime tersebut tidak akan bisa tayang.

Selain itu, perekaman suara karakter anime juga biasanya dilakukan di dalam satu waktu secara bersama-sama dibanding perorangan dan di waktu yang berbeda, membuatnya sangat sulit dilaksanakan dalam kondisi saat ini.

Pada tanggal 7 April, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, bersama tim khusus untuk virus corona, mengumumkan keadaan darurat untuk 7 perfektur di Jepang yang kemudian diperluas hingga seluruh negara Jepang pada 16 April. Salah satu peraturan utamanya adalah menjauhi tempat tertutup, tempat berkumpul, dan kontak dekat, termasuk membatasi perjalanan di kota besar hingga 80%. Para seiyuu di Jepang mau tak mau juga harus menuruti aturan ini yang membuat terhentinya hampir seluruh aktifitas perekaman suara.

Salah Satu Aktifitas Seiyuu Anime Go Toubun no Hanayome

Terhentinya perekaman suara ini pada akhirnya akan menghentikan penayangan sejumlah anime. Tanaka Mayumi, seiyuu dari Luffy, berkata dalam blognya pada 11 April jika dia sedang istirahat dari perekaman suara anime regulernya, yang berarti perekaman suara untuk anime One Piece telah berhenti. Sehari sebelumnya, Matsumoto Rica, seiyuu dari Satoshi di Pokémon, berkata di Twitter kalau dia sudah tidak bekerja. Seminggu kemudian, One Piece dan Pokémon sama-sama mengumumkan penayangan anime mereka akan hiatus.

Meski beberapa pihak dalam anime bisa bekerja di dalam rumah dan melakukan beragam pertemuan, hal ini tak mudah dilakukan oleh para seiyuu. Rumah dan apartemen di Tokyo rata-rata berukuran kecil dan memiliki dinding yang tipis, membuatnya sulit untuk memasang peralatan perekaman di rumah. Meski ada yang bisa, mereka harus belajar bagaimana merekam, menggabungkan, dan mengupload file audio mereka selagi mendengarkan arahan lewat video conference. Hal ini tentunya juga berlaku kepada seluruh seiyuu dan jelas bukan sebuah hal yang mudah untuk dilakukan.

Kurangnya pekerjaan juga membuat para seiyuu cemas. Sementara yang lain bisa bertahan dengan tabungan mereka, sebagian lain harus terus bekerja agar mereka bisa tetap hidup. Seperti pekerja kontrak lainnya, para seiyuu hanya dibayar ketika mereka bekerja. Bagi mereka yang baru memulai karir atau masih ditengah perjalanan, mereka butuh pendapatan tetap untuk bisa terus bertahan.

Salah Satu Aktifitas Seiyuu Anime Gochiusa

Persatuan Aktor Jepang melakukan survey kepada para anggotanya yang berisi artis, seiyuu, dan talenta lain dalam situasi sekarang. Hasilnya, dari para anggota yang mengisi survey ini, 96,2% berkata jika mereka tidak menerima kompensasi apapun atas terhentinya pekerjaan mereka. Selanjutnya, mereka mengumumkan bahwa 70% nya sudah tidak bekerja sejak bulan April. Selain itu, secara menyedihkannya lagi 26,8% nya sedang dalan kondisi berhutang dan membutuhkan pekerjaan untuk bertahan. Animator White Fox, Hirakawa Tetsuo memprediksi jika dalam enam bulan sesi perekaman belum pulih kembali, “kebanyakan orang akan bangkrut.”

Meski ini hanya satu aspek dari krisis yang saat ini sedang melanda industri anime di Jepang, tanpa pekerjaan luar biasa dari para seiyuu, karakter yang kita lihat dalam anime tak akan mungkin bisa sempurna, karena pada akhirnya karakter itu hanyalah sebuah gambar bergerak. Mimin berharap produksi bisa segera berjalan kembali dan lebih dari itu mimin juga berharap  untuk kesehatan dan keselamatan kita semua, stay safe and stay at home minna.

Sumber
crunchyroll

Artikel Bersangkutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button