FeaturedManga dan NovelNews

Setelah Serialisasi Manganya Dihentikan, Weekly Shonen Jump Kini Hentikan Pencetakan Volume Manga Act-Age

Setelah penulis manga Act-Age, Matsuki Tatsuya, ditangkap pada 8 Agustus atas dugaan penyerangan seksual pada dua siswi SMP, Weekly Shonen Jump segera menghentikan serialisasi manganya setelah berkonsultasi dengan ilustrator Usazaki Shiro. Kini, Shonen Jump mengumumkan pada hari ini bahwa mereka tidak akan merilis volume manga selanjutnya setelah volume 13 dan volume yang saat ini beredar tidak akan dicetak kembali.

Selain volume manganya, versi digital manganya juga tidak akan tersedia lagi di platform digital Shueisha mulai 17 Agustus tengah malam dan akan ditarik dari platform digital lain di Jepang setelah tanggal 17 Agustus. Seluruh rencana merchandise masa depan untuk seri Act-Age yang sebelumnya diumumkan, seperti kalender 2021 dan pin, tidak akan dirilis. Refund akan tersedia bagi mereka yang telah terlanjur memesan.

Setiap merchandise yang telah dipesan lewat majalah Weekly Shonen Jump, pemesanan tersebut tetap berlaku dan akan diselesaikan, karena pemesanan tersebut sedang dalam proses pengiriman atau sedang dibuat. Namun refund akan tersedia bagi mereka yang ingin membatalkan.

Viz Media telah menarik volume selanjutnya dari manga Act-Age dalam bahasa Inggris dan telah mengkonfirmasi jika chapter terakhir manganya tidak akan dirilis dalam Aplikasi Shonen Jump.

Matsuki Tatsuya, penulis manga Act-Age, ketika diperlihatkan rekaman CCTV dari dua insiden (yang terjadi dalam kurun waktu satu jam) penyerangan seksual terhadap dua siswi SMP tersebut mengkonfirmasinya dengan berkata “tidak ada pertanyaan” saat ditanya apakah pria dalam rekaman tersebut adalah dia.

Sumber
Crunchyroll

Artikel Bersangkutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button