FeaturedNews

Studio Anime TRIGGER dan Mantan Karyawannya Mencapai Kata Sepakat atas Kasus Gaji Lembur yang tidak Dibayar

Perserikatan Umum Jepang bagian Perusahaan Hitam merilis sebuah pernyataan pada hari ini yang menjelaskan proses arbitrasi antara studio anime TRIGGER, yang dikenal memproduksi anime populer semacam Little Witch Academia dan BNA, dan mantan karyawan mereka yang gaji lemburnya tidak dibayar karena “penyalahgunaan sistem tenaga kerja bebas.”

Perserikatan Umum memang sering menjadi pihak penengah terhadap banyaknya kasus kesalahan pembayaran gaji antara studio anime dan karyawan mereka di masa lalu, termasuk kasus yang terjadi pada studio Madhouse dan STUDIO 4℃.

Note.com memposting tulisan yang menyatakan bahwa mantan karyawan TRIGGER bersatu dan secara bersama-sama bernegosiasi dengan studio TRIGGER. Perserikatan Umum berkata jika kedua pihak telah “mencapai kata sepakat … dan masalah itu sudah selesai secara damai.” TRIGGER merilis pernyataan dalam website studionya berkata bahwa mereka “akan terus meningkatkan kondisi lingkungan kerja.”

Sistem tenaga kerja bebas di Jepang memungkinkan perusahaan untuk menggaji karyawan atas jam kerja tetap bukan atas upah per jam, dengan setiap pekerjaan yang diselesaikan karyawan diluar jam kerja normal tidak dibayar.

Perselisihan antara TRIGGER dan mantan karyawan mereka adalah karena mekanisme umum dalam industri anime (dan juga beberapa perusahaan di Jepang) dimana para karyawan terjebak pada sistem “semua yang bisa dikerjakan pada tingkat yang tetap”, yang memang ilegal sesuai Hukum Tenaga Kerja di Jepang namun hanya berlaku ketika karyawan berani melawan tempat mereka bekerja.

Untungnya kasus antara TRIGGER dan mantan karyawannya tersebut bisa diselesaikan secara damai dimana kedua pihak bisa mencapai kata sepakat dan tidak perlu masuk ke pengadilan.

Sumber
Crunchyroll

Artikel Bersangkutan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button